Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bekuk Dolar AS, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.694 Sore Ini

Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen atau 54 poin, ditutup di level Rp17.694 per dolar AS pada perdagangan Jumat (21/8) sore. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS yang berada di level terendah dalam beberapa bulan, didukung rencana pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS. Di kancah internasional, sebagian besar mata uang Asia juga menguat melawan dolar AS, termasuk yuan China (+0,06 persen), yen Jepang (+0,16 persen), dan won Korea Selatan (+0,73 persen). Sementara itu, mata uang negara maju seperti euro Eropa (+0,11 persen), poundsterling Inggris (+0,07 persen), dan dolar Australia (+0,51 persen) juga terapresiasi. Namun, penguatan rupiah terbatas oleh data terbaru yang menunjukkan defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai rekor tertinggi. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menyampaikan bahwa tekanan ini menjadi faktor penahan utama bagi penguatan mata uang Garuda. Meskipun rupiah berhasil menguat, fundamental ekonomi yang menunjukkan ketidakseimbangan eksternal tetap menjadi sorotan pasar. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga menguat masing-masing 0,20 persen dan 0,04 persen, sementara peso Filipina melemah 0,09 persen dan ringgit Malaysia relatif stabil. Penguatan mayoritas mata uang global terhadap dolar AS mencerminkan sentimen pasar yang sedang beralih, sementara data ekonomi Indonesia yang mencatatkan defisit transaksi berjalan tertinggi sekaligus menjadi poin krusial yang perlu diwaspadai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait