Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Menguat ke 17.694 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen menjadi Rp17.694 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), dikelola dari posisi sebelumnya Rp17.748. Penguatan ini sekaligus tercermin dalam kurs JISDOR Bank Indonesia yang mencapai Rp17.705, naik dari Rp17.779. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen menjadi faktor utama dukungan terhadap penguatan rupiah. Menurut Muhammad Amru Syifa dari ICDX, kebijakan BI bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Sentimen ini membantu menopang nilai tukar di tengah dinamika pasar global. Di sisi lain, pergerakan dolar AS masih dipengaruhi oleh arah imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta kondisi fiskal AS. Tekanan dolar AS sempat melemah setelah pemerintah AS meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang, namun pulih setelah imbal hasil Treasury naik kembali. Prospek kebijatan moneter AS, termasuk perbedaan pandangan di The Fed sebagaimana tercermin dalam risalah FOMC, tetap menjadi perhatian pasar karena dampaknya pada dolar AS dan mata uang lain termasuk rupiah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait