Rupiah Menguat ke Rp17.957/ US$ Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 0,32% ke level Rp17.957/US$ pada pembukaan perdagangan Rabu (5/8/2026), setelah sebelumnya melemah ke Rp18.015/US$ dan menyentuh titik terendah harian Rp18.045/US$ pada Selasa (4/8/2026). Indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,03% ke 99,887. Pasar menunggu rilis data PDB kuartal II-2026 oleh BPS siang ini. Konsensus 15 lembaga memperkirakan pertumbuhan tahunan 5,12% (yoy) dan pertumbuhan kuartalan 3,56% (qtq). Pada kuartal I-2026, ekonomi tumbuh 5,61% yoy namun terkontraksi 0,77% qtq, didorong oleh pengeluaran konsumsi pemerintah yang melonjak 21,81% yoy. Jika BPS sesuai konsensus, laju pertumbuhan akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya namun tetap sama dengan kuartal II-2025 (5,12%). Bank Mandiri memperkirakan angka yang lebih tinggi, yaitu 5,20% yoy. Faktor eksternal seperti meredanya ketegangan AS-Iran menurunkan harga minyak mentah AS 5,7%, mengurangi tekanan inflasi global dan beban impor energi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun seiring berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed (probabilitas 59%) dan penurunan lowongan kerja AS pada Juni, yang meringankan kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat.\n\nTags: \"rupiah\", \"indonesia gdp\", \"inflasi\", \"us-iran\", \"kebijakan fed\
Bagikan
Berita terkait
Sambut Hari Kemerdekaan, Luhut Bicara Fundamental Ekonomi RI Baik
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.55
Respons Cepat Mandiri Peduli Gempa NTT Salurkan Bantuan untuk Warga
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.42
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka Besok, Siapkan Dokumen dan Ikuti Tahapannya
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.40
BI perluas kebijakan MDR QRIS 0 persen untuk pelaku UMKM
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 11.24