Rusia Jual Cadangan Emas Buat Atasi Defisit Anggaran?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370072/original/013559700_1759488143-Untitled.jpg)
Rusia menjual sebagian besar cadangan emasnya sepanjang 2026 untuk menutup defisit anggaran yang besar. Bank Sentral Rusia melaporkan cadangan emas sebesar 73,4 juta troy ounce (2.282 metrik ton) per awal Juli, penurunan sekitar 43,5 metrik ton sejak Januari. Penjualan ini diperkirakan menghasilkan lebih dari US$ 5 miliar (Rp 89 triliun). Cadangan emas Rusia kini berada di tingkat terendah sejak invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Ekonom Peterson Institute, Elina Ribakova, menyatakan bahwa penjualan ini menunjukkan tekanan terhadap defisit anggaran dan sumber pendanaan. Belanja pertahanan Rusia telah naik lebih dari empat kali lipat sejak 2021, mencapai 16 triliun rubel (US$ 204 miliar) pada 2025. Kementerian Keuangan memperingatkan bahwa pengeluaran perang akan mencapai setidaknya US$ 28 miliar pada 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 20.58
Defisit Anggaran Membengkak, Rusia Lepas 43,5 Ton Cadangan Emas
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 10.50
Zelensky Sebut 50.000 Tentara Korut Siap Perang Bela Rusia, Ukraina Minta Bantuan Korsel
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 17.25
Elon Musk Cegah Ukraina Gunakan Starlink untuk Menyerang Rusia
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 16.16
Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emasnya?
Berita terkait
Rusia Tangkap Jenderal Seniornya di Tengah Perang Melawan Ukraina, Ada Apa?
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 09.03
Putin Warning Dunia, Sebut Nuklir Bisa Dikerahkan Jika...
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 07.00
Rendi Asal Natuna Dikabarkan Gabung Tentara Rusia dan Tewas di Perang Ukraina
kumparan · 30 September 2026 pukul 11.08
Titah Putin Agar Pasukan Militer Rusia Ditambah
Detik.com · 29 September 2026 pukul 22.12