Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emasnya?

Rusia menjual cadangan emasnya sekitar 43,5 metrik ton sepanjang 2026, dari 2.282 metrik ton menjadi 73,4 juta troy ons (peringkat kelima terbesar dunia). Penjualan ini menghasilkan lebih dari $5 miliar (Rp89,5 triliun) dan menurunkan cadangan emas Rusia ke level terendah sejak sebelum invasi Ukraina Februari 2022. Analis menyebut penjualan bukan tanda kepanikan, melainkan langkah wajar karena obligasi pemerintah AS dan Jerman tidak tersedia akibat sanksi sehingga emas menjadi aset likuid utama Dana Kesejahteraan Nasional (NWF). Rusia sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia dapat mengisi kembali stok melalui pembelian dari produsen dalam negeri.

Penjualan emas dilakukan untuk mengatasi defisit anggaran yang membengkak akibat belanja pertahanan yang naik lebih dari empat kali lipat sejak 2021, mencapai sekitar 16 triliun rubel pada 2025. Kementerian Keuangan Rusia memperingatkan kelebihan pengeluaran perang akan mencapai setidaknya $28 miliar pada 2026, dengan defisit proyeksi 1,6% dari PDB. Peningkatan pendapatan minyak dan gas dari kenaikan harga akibat perang di Iran membantu Moskow bertahan.

Ekonom memperkirakan Rusia masih mampu membiayai perang selama 12-24 bulan ke depan tanpa krisis keuangan, dengan batas kemampuan maksimal sekitar empat setengah tahun bergantung pada harga minyak. Namun, situasi ini menciptakan distorsi ekonomi jangka panjang dan memicu perpecahan internal antara pihak yang mengurusi pertumbuhan ekonomi dan Kremlin.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait