Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Matahari, jaringan ritel fesyen terbesar di Indonesia pada 1980-an hingga 1990-an, berhasil mencapai 155 gerai di 81 kota. Didirikan pada 1960 sebagai toko pakaian Micky Mouse oleh Hari Darmawan di Pasar Baru, bisnis ini berkembang pesat setelah mengakuisisi toko De Zion pada 1968 dan mengganti namanya menjadi Matahari. Terinspirasi dari Sogo Department Store Jepang, Matahari menawarkan berbagai produk mulai dari pakaian hingga elektronik, sehingga menarik banyak konsumen. Pada 1989, Matahari mencatatkan sahamnya di bursa dengan kode LPPF dan berencana membuka 1.000 gerai.
Pada 1996, Matahari yang beromset Rp 2 triliun diakuisisi oleh Lippo Group melalui James Riady, anak Mochtar Riady. Akuisisi ini dilatarkkan setelah James memberikan pinjaman sebesar Rp 1,6 triliun kepada Hari untuk ekspansi. Meski awalnya kompetisi dengan Walmart yang didirikan oleh James menjadi ancaman, Matahari berhasil bertahan dan bahkan mengalahkan pesaing asing tersebut. Namun, penjualan ini menandai akhir dari era kepemilikan keluarga Hari Darmawan atas bisnis ritel yang pernah menjadi simbol kesuksesan di sektor ritel Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Tak Sekadar Diskon, Reward Jadi Cara Ritel Pertahankan Pelanggan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.42
Geliat Pusat Belanja di Momen Long Weekend HUT RI ke-81
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 09.03
Transmart Geber Diskon Besar-besaran, Buruan Serbu!
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 18.00
Hadir 36 Tahun, Golf House Kini Punya Logo Baru
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 03.40