Bintik Matahari Raksasa Tahun 1947 Ungkap Potensi 'Superflare' Sekali dalam Seabad
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analisis terbaru terhadap bintik Matahari raksasa tahun 1947 mengungkapkan bahwa Matahari memiliki potensi untuk menghasilkan 'superflare', yaitu ledakan energi ekstrem yang 10 hingga 100 kali lebih kuat dari suar surya standar. Bintik Matahari tahun 1947 tercatat sebagai yang terbesar sejak peristiwa Carrington 1859, dengan lebar 40 kali diameter Bumi atau mencakup 0,6 persen permukaan Matahari.
Penelitian dari Max Planck Institute (MPS) terhadap 56.450 bintang serupa menunjukkan bahwa superflare pada bintang tipe Matahari mungkin terjadi sekali setiap abad. Meskipun bintik Matahari 1947 memiliki kapasitas energi hingga 1,25 × 10³⁴ erg untuk memicu superflare, peristiwa tersebut tidak melepaskan suar yang mengarah ke Bumi. Temuan ini menegaskan bahwa Matahari mampu membentuk bintik masif sebagai titik awal radiasi ekstrem.
Bagikan
Berita terkait
Matahari Pernah Menelan Planet Super-Earth? Ini Temuan Terbaru Ilmuwan
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.00
Astronom Temukan Fenomena Langka, Dua Bintang Baru Menyatu Jadi Biner 60 Tahun Lalu
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.16
Rahasia Erupsi Matahari Terungkap! Armada 17 Wahana Antariksa Temukan Fenomena Aneh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 10.30
Mengapa Luar Angkasa Gelap meski Ada Matahari dan Bintang? Ini Penjelasan NASA
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.35