Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Bintik Matahari Raksasa Tahun 1947 Ungkap Potensi 'Superflare' Sekali dalam Seabad

Analisis terbaru terhadap bintik Matahari raksasa tahun 1947 mengungkapkan bahwa Matahari memiliki potensi untuk menghasilkan 'superflare', yaitu ledakan energi ekstrem yang 10 hingga 100 kali lebih kuat dari suar surya standar. Bintik Matahari tahun 1947 tercatat sebagai yang terbesar sejak peristiwa Carrington 1859, dengan lebar 40 kali diameter Bumi atau mencakup 0,6 persen permukaan Matahari.

Penelitian dari Max Planck Institute (MPS) terhadap 56.450 bintang serupa menunjukkan bahwa superflare pada bintang tipe Matahari mungkin terjadi sekali setiap abad. Meskipun bintik Matahari 1947 memiliki kapasitas energi hingga 1,25 × 10³⁴ erg untuk memicu superflare, peristiwa tersebut tidak melepaskan suar yang mengarah ke Bumi. Temuan ini menegaskan bahwa Matahari mampu membentuk bintik masif sebagai titik awal radiasi ekstrem.

Berita terkait