Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Saham Garuda Indonesia Terbang dari Gocap, Prabowo Ungkap Peluang Balik Untung

Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melonjak 40,74% dalam lima hari perdagangan, dari Rp54 ke Rp76 per saham, sehingga melewati level Rp50-an yang lama dikaitat dengan julukan 'gocap'. Lonjakan terbesar terjadi pada 10 Agustus 2026, ketika saham naik 33,33% ke Rp72 dengan nilai transaksi mencapai Rp115,02 miliar. Isu rumor merger dengan PT Pelita Air, di bawah ekosistem Pertamina Group, diramai pasar, meski Garuda menegaskan belum ada rencana aksi korporasi baru di luar agenda restrukturisasi yang sudah disetujui Menteri BUMN sejak Juni 2025. Dalam pernyataannya, VP Corporate Secretary Garuda, Andreas Tumpal H. Hutapea, menjelaskan bahwa setiap langkah restrukturisasi akan mengikuti proses dan mekanisme tata kelola yang berlaku. Di tengah kenaikan saham, kondisi fundamental Garuda mulai memperlihatkan tanda perbaikan. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Garuda kini memiliki peluang untuk kembali mencatatkan keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian, dengan harapan bisa mencetak laba pada awal 2027. Pemerintah mencatat 20 pesawat Garuda telah direaktivasi hingga Juni 2026, sehingga total armada yang beroperasi mencapai 140 unit. Namun, laporan keuangan kuartal I 2026 masih menunjukkan kerugi sebesar US$41,62 juta, meski turun 45,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha justru tumbuh 5,36% mencapai US$762,35 juta dibandingkan US$723,56 juta pada kuartal I 2025.

Berita terkait