'Saking Pintarnya Jadi Goblok', Prabowo Sentil Pakar yang Kritik Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyindir pakar dan intelektual yang sering mengkritik kebijakan pemerintahnya. Dalam pidatonya di peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta, Prabowo menyebut ada pakar yang 'saking pintarnya jadi goblok' karena terlalu merasa pintar. Ia mempertanyakan kejujuran para kritikus, menegaskan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan menurut ajaran agama dan Al-Quran (Surat Al-Baqarah ayat 191). Prabowo menegaskan dirinya tidak memperpanjang persoalan, hanya mencatat kritik dan siap memaafkan jika kritikus bersedia mengakui kesalahan.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan tanggung jawab seorang intelektual untuk jujur dalam menyampaikan pandangan. Ia menjelaskan komitmennya sebagai presiden untuk menjadikan Indonesia terhormat dan rakyatnya sejahtera. Prabowo menyoroti pentingnya mengatasi kemiskinan dan stunting anak-anak Indonesia agar generasi masa depan dapat bersaing dengan bangsa lain. Ia menegaskan tidak akan mengubah komitmennya meski menghadapi kritik, namun meminta para intelektual menjaga kejujuran dalam kritiknya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 22.55
Prabowo Berkali-kali Sindir Pakar di Acara PAN, Sampai Pakai Kata Ini
Detik.com · 18 September 2026 pukul 22.43
Prabowo di Depan Kader PAN: Panggil Saya Bang, Awas Kalau Panggil Mbah
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.25
Zulhas Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Rakyat Kecil
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.07
Prabowo Kutip Ayat Al-Quran soal Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan
Berita terkait
Menko Polkam Tak Larang Demonstrasi, Asal Jangan Anarkistis
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.42
Prabowo optimistis efek ekonomi KDKMP akan mulai terasa pada 2027
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 20.33
Terungkap, Alasan Prabowo Enggan Pakai Teks saat Pidato
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 12.41
Prabowo Tinggalkan Naskah Pidato, Pilih Bicara dari Hati: Rakyat Mau yang Ringkas
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 05.37