Sampah Plastik Jadi Bernilai, Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular di Desa Kutawaru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina mengimplementasikan program Desa Energi Berdikari (DEB) di Desa Kutawaru, Cilacap, untuk mengatasi masalah jarak TPS yang jauh dan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. Melalui Bank Sampah Abhipraya yang dikelola Herry Yanto, sampah plastik non-organik kini diolah menjadi produk bernilai tambah seperti pot bunga dan meja kafe menggunakan mesin pencacah bertenaga PLTS.
Penggunaan PLTS menekan biaya operasional energi, sehingga meningkatkan keuntungan ekonomi masyarakat. Hasil cacahan plastik memiliki nilai jual tinggi, mencapai Rp12.000 per kilogram, jauh melampaui harga sampah plastik biasa yang hanya Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram. Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada edukasi pemilahan sampah bagi warga dan ketergantungan harga beli pada pengepul.
Bagikan
Berita terkait
Local Hero Pertamina di Bali Manfaatkan PLTS, Ubah Sampah Jadi Pupuk Organik
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 17.13
PLTS-Mesin Pengering, Local Hero Pertamina Nyalakan Harapan Petani Saat Mendung
kumparan · 17 September 2026 pukul 11.08
Ketika Local Hero Pertamina Hijaukan Lahan Gundul di Lombok Tengah dengan PLTS
kumparan · 15 September 2026 pukul 10.46
Pertamina Gandeng Warga Lapas Bantul Sulap Sampah Plastik Jadi Perabot
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.01