Sebut Klarifikasi UGM 'Omon-Omon', Bonjowi Beberkan Alasan Ijazah Jokowi Harus Diuji di Sidang Pidana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelompok Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) menilai klarifikasi Rektor UGM terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo hanyalah sebatas "omon-omon" dan tidak cukup sebagai dasar pembuktian di persidangan pidana. Lukas Luwarso dari Bonjowi menyatakan bahwa pernyataan UGM yang mengonfirmasi ijazah asli belum dapat dijadikan alat bukti formal di pengadilan. Ia menyoroti inkonsistensi dalam dua konferensi pers UGM, khususnya terkait perbedaan informasi tentang waktu penerbitan ijazah (Oktober vs November) dan selisih IPK (2,0 vs 2,5).
Lukas membedakan antara perdebatan opini publik dan proses pembuktian hukum yang formal. Menurutnya, kasus terkait dugaan pencemaran nama baik dan aspek pidana harus diselesaikan melalui alat bukti yang sah di pengadilan, bukan hanya dengan kesaksian atau testimoni. Ia menekankan bahwa pengadilan perlu menguji keaslian dokumen melalui proses hukum yang tepat agar kontroversi ijazah Jokowi dapat diselesaikan secara final.
Bagikan
Berita terkait
Bonjowi Sorot Inkonsistensi UGM, Dari Tanggal Ijazah hingga IPK Jokowi
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 07.40
UGM Akui Ijazah Jokowi Pernah Ada, Sekarang di Mana?
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 09.30
Sudah Dua Kali Ditegaskan UGM, Kenapa Bonjowi Masih Ragu soal Ijazah Jokowi?
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.44
Roy Suryo Didakwa Fitnah hingga Manipulasi Dokumen Terkait Ijazah Jokowi
kumparan · 17 September 2026 pukul 18.25