Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Sempat PHK dan Terlilit Utang, Pria Ini Bangkit Cetak Kekayaan Rp 23 Triliun

Ren Zhengfei, pendiri Huawei, pernah mengalami masa sulit di usia 44 tahun. Ia menganggur, terlilit utang, dan kehilangan pekerjaan setelah PHK dari perusahaan BUMN di Shenzhen. Lahir dari keluarga guru miskin di Guizhou, China, Ren sempat menjadi insinyur militer sebelum akhirnya memutuskan membuka usaha dengan modal sekitar 21.000 yuan (US$ 5.000). Awalnya, bisnisnya berupa agen perantara yang mengimpor peralatan telekomunikasi dari Hong Kong. Namun, Ren sadar bahwa menjadi perantara tidak cukup untuk bertahan lama. Ia beralih ke produksi teknologi melalui riset dan pengembangan (R&D) secara intensif.

Ren tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada kemandirian teknologi. Ia meyakinkan bahwa produk benar-benar berdaulat jika dirancang dari nol tanpa ketergantungan pada pihak luar. Salah satu keputusan uniknya adalah membagikan hampir seluruh saham Huawei kepada karyawannya melalui program kepemilikan saham karyawan. Ia hanya memegang sekitar 1% saham perusahaan.

Hingga kini, kekayaan bersih Ren diperkirakan mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 23,3 triliun. Meski menjadi pendiri perusahaan teknologi raksasa, ia tetap dikenal rendah hati, sering mengantre taksi dan makan di kantin karyawan. Kisahnya membuktikan bahwa tekad dan komitmen pada riset mandiri bisa mengubah keterbatasan menjadi keberhasilan global.

Berita terkait