Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Seperti Wapres AS, Netanyahu Sindir Inggris sebagai 'Republik Islam'

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyindir Inggris sebagai "Republik Islam Inggris" dalam sebuah podcast pada Kamis (13/8/2026). Sindiran ini disampaikan saat ia membahas pemberitaan media Inggris tentang Israel, yang menurutnya kini lebih negatif dibanding masa Perang Enam Hari 1967. Netanyahu mengaitkan pernyataannya dengan komentar Wakil Presiden AS JD Vance pada 2022 yang menyebut Inggris berpotensi jadi negara Islamis pertama berkekuatan nuklir.

Di tengah pernyataan tersebut, ketegangan meningkat di desa Qusra, Tepi Barat, sejak Minggu (9/8/2026). Pemukim Israel mengepung rumah warga Palestina, termasuk keluarga Palestina-Amerika, sehingga sekitar 15 orang termasuk dua anak-anak terjebak tanpa akses memadai ke air, listrik, dan makanan. Pasukan Israel menetapkan kawasan itu sebagai zona militer tertutup dan mulai menertibkan pemukim pada Rabu. Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee mengecam pemukim tersebut sebagai "teroris Israel" dan menyatakan IDF serta Kepolisian Israel telah bertindak atas permintaan AS.

Anggota parlemen Israel Ofer Cassif sempat dihalangi saat mencoba memasuki Qusra untuk membantu warga terkepung. Ia menyebut insiden itu sebagai bentuk nyata apartheid dan pendudukan, mengkritik pos pemukim yang didirikan kembali di lokasi tersebut. Insiden ini menambah sorotan terhadap aktivitas pemukim Israel di Tepi Barat, sementara pemerintah Israel dan AS menghadapi tekanan terkait penanganan kekerasan terhadap warga Palestina.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait