Server AI Nvidia Bakal Makin Mahal, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga server AI Nvidia diperkirakan naik lebih dari 15% mulai awal 2027 akibat lonjakan harga chip memori DRAM. Kenaikan ini berlaku pada sistem dengan chip generasi terbaru seperti Vera Rubin dan Grace Blackwell. Pelanggan besar seperti Microsoft, Google, dan Oracle sudah diberi tahu mengenai potensi kenaikan tersebut. Besaran penyesuaian harga bergantung pada generasi chip dan konfigurasi memori yang digunakan.
Tekanan biaya ini disebabkan ketidakseimbangan pasok dan permintaan chip memori yang dikontrol Samsung, SK Hynix, dan Micron. Meski ketiganya meningkatkan kapasitas produksi, permintaan yang melonjak akibat pembangunan infrastrustruktur AI belum terpenuhi. Akibatnya, para produsen memori semakin berpengaruh menentukan harga komponen.
Nvidia tetap mendominasi pasar akselerator AI dengan margin kotor sekitar 75%. Namun, kenaikan harga server ini akan menambah beban biaya bagi perusahaan teknologi yang sedang memperluas pusat data AI. Beberapa perusahaan seperti Amazon, Microsoft, Google, dan Meta sedang mengembangkan chip AI mereka sendiri, namun masih bergantung pada Nvidia untuk kebutuhan sementara.
Bagikan
Berita terkait
AMD Helios Tantang Dominasi Nvidia
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 16.45
Krisis Makin Parah di 2027, Nvidia Sudah Wanti-Wanti
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.30
Pasar Global Melemah Jelang Jackson Hole, Emas Naik ke Level Tertinggi Hampir 14 Pekan
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 16.05
Wall Street Rebound, tetapi Saham AS Tetap Melemah Sepekan
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 06.06