Setelah Lebih dari Satu Dekade, Visa dan Mastercard Kembali Beroperasi di Suriah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah lebih dari satu dekade, Visa dan Mastercard kembali beroperasi di Suriah. Mastercard mengumumkan telah memproses pembayaran kartu internasional pertama di negara tersebut dalam lebih dari 15 tahun, melalui kerja sama dengan Qatar National Bank Group. Visa juga menguji transaksi internasional pertama di Suriah bersama Fransabank dari Lebanon dan Paymera, perusahaan pembayaran elektronik lokal. Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah Amerika Serikat mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada 24 Agustus 2025, yang sekaligus mencabur status yang berlaku selama beberapa dekade dan membuka jalan bagi normalisasi ekonomi. Sejak pemerompakan Bashar al-Assad pada Desember 2024, sejumlah negara Barat telah mencabut sanksi terhadap Suriah. Gubernur Bank Sentral Suriah, Safwat Raslan, mengunggah video di media sosial yang menampilkan transaksi pembayaran kartu Visa di sebuah kafe di Damaskus, menandai tonggak penting dalam modernisasi sistem keuangan Suriah. Damaskus berharap langkah ini dapat mengakhiri isolasi ekonomi dan memperkuat integrasi ke dalam sistem global, sekaligus mendukung upaya pemulihan pasca konflik yang hampir 14 tahun berlangsung.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia Punya Kartu Kredit Sendiri, Apa Bedanya dengan Visa dan Mastercard?
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.18
Turki-Israel Memanas! Kian Sengit Rebutan Pengaruh di Timur Tengah
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 21.45
Sempat Tertunda karena Visa, Pandji Pragiwaksono Lanjutkan Turnya di Australia
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 21.12
Akankah Suriah Terseret Jadi Medan Konflik Israel dan Turki?
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.20