Setop Andalkan Buruh Murah dan SDA, Bappenas Rombak Strategi Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyelaraskan strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang harus menghentikan ketergantungan pada tenaga kerja murah dan eksploitasi sumber daya alam. Menteri Rachmat Pambudy dalam konferensi bersama Asian Development Bank Institute di Jakarta pada 9 September 2026 menekankan pentingnya beralih ke model berbasis produktivitas, inovasi, dan penguatan institusi. Strategi ini menekankan perbaikan kualitas pendidikan, sistem kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai pilar utama pengembangan sumber daya manusia (SDM). Bappenas juga meluncurkan Bappenas Institute untuk menghubungkan pengetahuan dengan kebijakan, serta memperkuat perencanaan jangka panjang menghadapi tantangan perubahan iklim, bencana alam, dan potensi bencana manusia. Fokus utama adalah merealisasikan target Indonesia Emas 2045 melalui perbaikan mutu SDM dan kelembagaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 12.18
Studi ADBI: Skor RI masih jauh dari ambang keluar 'middle-income trap'
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.47
Misbakhun Minta RI Tak Cuma Jadi Pemasok Komoditas Global
Berita terkait
Budaya Tak Cuma Soal Identitas, Fadli Zon Sebut Bisa Jadi Mesin Ekonomi
VOI · 4 September 2026 pukul 21.30
Bappenas Rilis Indeks Modal Manusia RI, Makin Produktif di Masa Depan?
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.50
Menko Airlangga: Peningkatan Produktivitas jadi Indikator Penting Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 07.16
Pengangguran Sarjana: Ada Apa dengan Negeri Ini?
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 19.00