Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Siapa Paling Untung dari Proyek Blok Masela? ESDM Bilang Begini

Proyek LNG Abadi Blok Masela resmi dimulai pada 16 Juli 2026 setelah tertunda selama bertahun-tahun, dengan investasi sebesar US$20,9 miliar (≈Rp340 triliun). Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peletakan batu pertama, dan fasilitas tersebut direncanakan akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik gas per hari, serta 35.000 barel kondensat per hari. Pemerintah mewajibkan minimal 60% hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, mendukung industri penting seperti pabrik pupuk dan pembangkit listrik. Proyek ini juga menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mengurangi emisi karbon, menunjukkan komitmen terhadap transisi energi bersih. Secara ekonomi, proyek ini diperkirakan akan menciptakan hingga 12.000 lapangan kerja dan pemerintah menyiapkan program pelatihan vokasi khusus bagi penduduk Kepulauan Tanimbar agar mereka siap mengisi posisi utama di wilayah tersebut. Menurut juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, keberhasilan proyek ini diukur dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, bukan hanya dari nilai investasinya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait