Harga LNG Turun, Industri Keramik Siap Ekspansi Rp 10 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384104/original/098934200_1760754929-Kilang_Badak_LNG_saat_sedang_beroperasi.jpg)
Pemerintah menurunkan harga regasifikasi LNG dari US$ 20,5 menjadi US$ 13 per MMBtu sejak 29 Juni 2026, memberikan keuntungan bagi industri keramik nasional yang bergantung pada energi gas. Kebijatan ini didukung oleh terbitnya Kepmen ESDM No. 281K/2026 yang memberikan kepastian pasokan dan harga gas yang kompetitif.
Industri keramik nasional optimis berkembang setelah penurunan harga LNG. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mencatat rencana ekspansi kapasitas produksi sebesar 105 juta meter persegi per tahun hingga akhir 2028 dengan investasi total Rp 10 triliun. Ekspansi ini diproyeksikan menyerap 7.500 tenaga kerja baru dan berpotensi menjadikan Indonesia produsen keramik terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Brasil.
ASAKI menyatakan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk Program 3 Juta Rumah, serta komitmen mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8% melalui peningkatan kapasitas produksi dan investasi berkelanjutan di sektor keramik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.57
PLN Ungkap Proyek Pembangkit Hidro 11,7 GW Perlu Investasi Rp627 T
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.47
Bea Cukai Papua Dorong Investasi Energi Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Berita terkait
Proyek LNG Abadi Blok Masela Dimulai, Investasi Sentuh Rp 340 Triliun
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 19.00
Siapa Paling Untung dari Proyek Blok Masela? ESDM Bilang Begini
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 12.02
Hilirisasi Dikebut, Pemerintah Minta Danantara Percepat Investasi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.13
Proyek PSEL di DIY Disebut Sesuai Standar Eropa
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.38