Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Silver Economy Indonesia: Generasi 40+ Belanja Lebih Selektif

Riset Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) pada generasi 40+ di Indonesia mengungkapkan adopsi ekonomi digital yang tinggi di kalangan kelompok usia ini. Dari hasil riset tersebut, 51,1% responden di atas 40 tahun menghabiskan uang untuk self-reward seperti wisata, hobi, dan keanggotaan komunitas, yang dianggap setinggi kebutuhan dasar. Preferensi terhadap kualitas produk juga meningkat seiring bertambahnya usia, dengan proporsi konsumen yang mengutamakan kualitas naik dari 37,5% (usia 40–49) hingga 53,5% (usia 60–69). Selain itu, 57% responden di atas 40 tahun berbelanja melalui platform online, melebihi 48% pada kelompok usia di bawah 40 tahun, didorong oleh kemudahan membandingkan produk dan mengambil keputusan belanja yang lebih matang.

Temuan lanjutan menunjukkan adopsi live commerce yang signifikan di kalangan generasi 40+, dengan 51,1% responden mengaku rutin menonton siaran live shopping dan 73,3% pernah melakukan pembelian melalui kanal tersebut. Kesiapan adopsi teknologi juga tinggi, sejalan dengan pernyataan Director of H+ & Innovation Wimala Djafar bahwa 74,6% konsumen Indonesia bertanya ke AI sebelum membeli. Kombinasi kemampuan finansial yang kuat, preferensi kualitas tinggi, dan adopsi digital yang melebihi generasi muda menjadikan Prime Generation sebagai pasar yang under-served oleh strategi pemasaran saat ini.

Group CEO Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi, menekankan bahwa kombinasi faktor ini menawarkan peluang pertumbuhan yang belum optimal. Dengan kekuatan ekonomi dan keinginan untuk tetap memanjakan diri, kelompok ini mencari pengalaman konsumsi yang membuat hidup terasa lebih bermakna. Bagbagi pelaku e-commerce dan ritel, fokus yang berlebihan pada Gen Z dan milenial berisiko melewatkan segmen dengan basket size dan loyalitas terhadap produk premium yang lebih tinggi.

Berita terkait