Sindir Keras Jokowi, Said Didu: Berapa Nyawa yang Jadi Tumbal saat Bapak Berkuasa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al-Falah, Kebumen, mengingatkan para pemimpin agar tidak menjadikan kekuasaan untuk menekan atau menyakiti pihak lain. Ia menekankan bahwa kekuasaan bersifat sementara dan harus digunakan bijaksana, mengutip filosofi Jawa "lamun siro sekti ojo mateni" serta pernyataan "meski kamu sakti jangan suka menjatuhkan atau membunuh orang". Jokowi juga meminta para pemimpin masyarakat tidak bersikap semamah atau menghakimi warga dengan kata kasar.
Sebagai respons, mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu melontarkan sindiran lewat akun X dengan pertanyaan tajam: "Berapa orang yang Bapak penjarakan dan berapa nyawa yang jadi tumbal saat Bapak berkuasa?" Ia membuka tanggapan dengan kalimat "Izinkan #sayaketawa" sebelum mempertanyakan catatan kekuasaan Jokowi.
Kontroversi ini menambah tekanan politik sebelum kemungkinan kandidat presiden 2024, dengan pihak sektor pro-prabowo menilai sindiran Jokowi sebagai arahan tajam kepada Prabowo Subianto.
Bagikan
Berita terkait
Jokowi Tak Pernah Rela Lepaskan Kekuasaan ke Siapa Pun, Said Didu: Termasuk ke Prabowo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.23
Batal Jadi Orang Biasa, Eks Kader PSI: Jokowi Sungguh-sungguh Kembali Berpolitik
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 10.50
Batal Jadi Orang Biasa di Solo, Eks Kader PSI: Jokowi Sungguh-sungguh Kembali Berpolitik
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 10.50
Denny Indrayana Getol Cari Ijazah Gibran, Eks Kader PSI: Tujuan Akhirnya...
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 10.15