Slogan RAPBN 2027 'Sejahtera Lebih Cepat' Disorot, DPR: Yang Mana Cepatnya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Slogan fiskal RAPBN 2027 'Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat' menjadi sorotan DPR karena sejumlah indikator kesejahteraan belum menunjukkan perubahan signifikan. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie mempertanyakan makna 'sejahtera lebih cepat' ketika rasio Gini hanya turun tipis dari 0,368 pada 2026 ke 0,367 pada 2027. Dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Dolfie juga menyoroti kontras antara GNI per kapita yang diproyeksikan mencapai Rp8,2 juta per bulan pada 2027 dengan rata-rata penghasilan buruh hanya Rp3-3,5 juta per bulan. Ia mempertanyakan siapa yang paling menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut.
Dolfie menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup dinilai dari indikator makro saja, tetapi harus juga terlihat pada kesejahteraan masyarakat secara merata. Ia meminta target rasio Gini kembali diperhatikan agar persoalan kesenjangan pendapatan tidak luput dari sasaran pembangunan nasional. Menanggapi sorotan ini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengakui kesalahan dalam penetapan batas indikator rasio Gini dan menyatakan siap melakukan koreksi, menyatakan bahwa 'rasio Gini terlalu tipis' dan mengakui hal tersebut sebagai 'kesalahan fatal'.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap Pemerintah Ubah Skema Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg di 2027
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.20
Menkeu Purbaya Jelaskan Alasan Anggaran MBG Masih Pakai Dana Pendidikan di RAPBN 2027
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 14.15
Video: Pasar Nilai Target Ekonomi 6% di 2027 "Sangat" Optimistis
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.07
Video: Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 12.46