Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program streamlining yang dilakukan oleh BP BUMN dan BPI Danantara mendapat apresiasi positif dari asing. Program ini melibatkan penutupan ratusan perusahaan BUMN yang dianggap tidak produktif. Prabowo menyatakan bahwa hingga saat ini telah 328 BUMN ditutup, dengan target mencapai 750 perusahaan pada Desember 2026. Menurutnya, langkah ini bertujuan mengubah persepsi BUMN dari beban negara menjadi perusahaan yang kuat dan menguntungkan.

Meskipun melakukan penurunan signifikan dalam jumlah BUMN, Prabowo menegaskan bahwa karyawan yang terdampak tidak akan kehilangan pekerjaan secara paksa. Ia menyatakan bahwa ada opsi seperti pemindahan ke perusahaan lain, pensiun dini, atau solusi lain yang akan ditawarkan secara adil.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa penutupan BUMN sebagian besar disebabkan oleh pengelolaan yang tidak bertanggungjawab, terutama oleh direksi dan manajemen perusahaan. Ia memberikan contoh kasus proyek konstruksi yang dikerjakan dengan tidak profesional oleh BUMN, sehingga menyebabkan kerugian negara. Untuk mengatasi hal ini, Prabowo berjanji akan melakukan penelusuran investasi selama 30 tahun ke belakang dan membentuk pengadilan khusus untuk memproses kasus-kasus dugaan penyalahgunaan dana negara oleh direksi lama BUMN.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait