Soal Gempa NTT, Prabowo: Saya Sengaja Tidak Mau Datang di Awal Karena...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan tidak langsung mendatangi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa besar, demi memberi ruang kepada instansi terkait fokus memberikan bantuan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran pejabat pusat tidak selalu efektif jika tidak diikuti dengan kemampuan menyelesaikan masalah dan mengirimkan bantuan yang dibutuhkan. Prabowo memimpin rapat penanganan bencana di Nagekeo, NTT, dengan hadirnya sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait.
Gempa berkekuatan 7,7 SR pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan 105 orang meninggal dunia, dengan 48 di antaranya akibat langsung gempa dan 57 lainnya selama penanganan pascabencana. Selain itu, 1.678 orang mengalami luka dan 185.131 warga mengungsi. Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo merupakan wilayah paling terdampak.
Pemerintah pusat tetap memantau situasi dan mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak. Prabowo menekankan pentingnya koordinasi efektif antara berbagai instansi untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan tidak terganggu oleh kehadiran pejabat pusat di lapangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 11.28
Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Penanganan Bencana Gempa NTT
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 18.11
Prabowo: Negara Hadir, Penanganan Bencana Aceh hingga NTT Cepat dan Masif
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 14.45
Pengungsi Gempa NTT Capai 179.037, Warga Alami Ketakutan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 14.42
Prabowo ke NTT, Peresmian LRT Velodrome-Manggarai Ditunda
Berita terkait
Prabowo Tunggu Evaluasi Lapangan Terkait Agenda Kunjungi Korban Gempa NTT
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 09.21
Istana Pastikan Prabowo Akan ke NTT dalam Waktu Dekat
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 17.00
Istana Pastikan Prabowo Bakal Tinjau Gempa NTT: Dalam Waktu Dekat
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.16
Update Korban Gempa NTT: 87 Orang Meninggal Dunia, 1.298 Luka-luka
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 17.18