Soal Investor Asing di Pasar Modal, JP Morgan Soroti Isu Rupiah hingga MSCI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

J.P. Morgan menilai isu tata kelola pemerintah dan nilai tukar rupiah menjadi hambatan utama bagi investor asing kembali masuk pasar saham Indonesia. Hingga 2026, tercatat aliran jual bersih hingga USD 5 miliar. CEO J.P. Morgan, Gioshia Ralie, menyatakan investor membutuhkan kepastian defisit anggaran negara (maksimal 3 persen) serta transparansi penerimaan dan belanja pemerintah. Kestabilan rupiah menjadi krusial untuk menghindari risiko kerugian nilai tukar saat konversi modal ke dolar AS. Pada 3 September 2024, rupiah menguat 0,59 persen ke Rp 17.659 per USD.
Investor juga menunggu kepastian indeks MSCI yang diproyeksikan resmi pada November 2024. Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan, Benny Kurniawan, menambahkan kembalinya aliran modal asing memerlukan dukungan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat, terutama melalui realisasi investasi. Regulator seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menjadi faktor penentu dalam reformasi pasar modal.
Bagikan
Berita terkait
Asing Net Buy di Sesi 1, Saham BBRI Diborong
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.44
Asing Mulai Balik ke SBN dan Saham Bikin Rupiah Makin Strong
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.10
Rupiah Menguat ke 17.840 per Dolar AS Usai BI Rate Tetap 5,75%
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.32
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.840 per USD, Ditopang Keputusan BI Rate
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.00