Soroti Pendidikan Gibran, Mercy Sihombing Akui Dapat Ancaman Pembunuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mercy Sihombing, pegiat pendidikan, menggugat keabsahan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Ia menyoroti ketidaksesuaian dalam biodata dokumen, seperti sensor nama ibu sambil nama ayah (Jokowi) terbuka, serta ketiadaan lampiran KBRI. Setelah mengangkat isu ini, Mercy mengaku menerima ancaman pembunuhan melalui WA pribadi dan media sosial, termasuk komentar kasar dan ancaman langsung. Ia menegaskan gugatan bersifat administrasi, bukan politik, dan menekankan perlunya transparansi dalam proses penerbitan suket. Jika PTUN membatalkan suket, Gibran tetap dapat mengikuti Paket C di luar negeri secara hukum.
Bagikan
Berita terkait
Soroti Pendidikan Gibran, Mercy Sihombing Akui Dapat Ancaman Pembunuhan: Ada Pesan...
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 08.35
Praktisi Hukum: Saya Pastikan Gibran Gak Bisa Nyalon di 2029 Karena...
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 08.15
Praktisi Hukum: Saya Pastikan Gibran Gak Bisa Nyalon di Pilpres 2029 Karena...
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 08.15
Perhatian Kecil Wapres Gibran ke Korban Gempa NTT, Sampai Berikan Ini...
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 06.10