Stok Beras NTT 39.000 Ton Dipastikan Cukup buat Penuhi Kebutuhan Korban Gempa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah memastikan stok beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 39.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 34.600 pengungsi akibat gempa. Kebutuhan bulanan diperkirakan sekitar 300 ton, sehingga cadangan tersebut dianggap cukup selama proses pemulihan. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada warga yang kekurangan bantuan atau kelaparan, dengan distribusi dilakukan melalui transportasi darat, laut, dan udara. Hingga kini, sekitar 6.000 ton beras telah dikirimkan untuk penanganan darurat di lima kabupaten terdampak: Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Bantuan pangan reguler dan khusus bencana total mencapai 26.440,4 ton dengan nilai Rp 370,2 miliar per 20 Agustus 2026. Di lima kabupaten tersebut, bantuan mencapai 6.673,2 ton senilai Rp 93,5 miliar. Tim Bapanas siap operasi 24 jam di posko untuk memastikan distribusi cepat sesuai kebutuhan lapangan tanpa menunggu proses administrasi pusat. Penyaluran ini bertujuan menjaga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pasca bencana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 21.00
Stok Beras NTT 39.000 Ton, Kebutuhan 34.600 Pengungsi 300 Ton per Bulan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.45
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Korban Gempa NTT Aman Hingga Satu Tahun
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 20.45
Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.15
Listrik NTT Pulih, DEN: Aktivitas Warga Kembali Bergerak
Berita terkait
Bapanas Minta Masyarakat Lapor ke Sini Jika Ada Pungli Bansos
Detik.com · 14 September 2026 pukul 07.00
Bapanas Tegaskan Bantuan Beras Tak Boleh Disunat Sepeser Pun
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.04
Pemerintah Percepat Bantuan Beras 30 Kg, Target Rampung September untuk Tahan Harga
VOI · 8 September 2026 pukul 19.30
FOTO: Antusiasme Warga Tebet Terima Bantuan Pangan Beras
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.26