Strategi Singapura biar Orang Nggak Takut Kawin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura meluncurkan SG Child Support Package senilai S$ 62.000 (sekitar Rp 976 juta) per anak sebagai bagian dari strategi baru untuk mendorong angka kelahiran. Paket ini mencakup tunjangan tunai, kredit anak, dan dukungan akun pendidikan, yang akan diberikan kepada semua anak lahir pada 2026 atau berusia 1-17 tahun. Dukungan ini meningkatkan dari program sebelumnya yang hanya memberikan S$ 27.500-S$ 56.500 per anak tergantung urutan kelahiran.
Perdana Menteri Lawrence Wong menjelaskan pergeseran kebijakan dari insentif kelahiran ke dukungan jangka panjang sebagai orang tua. Pemerintah juga menambah cuti mengurus anak dan menanggung biaya cuti terkait anak dalam undang-undang hingga batas penggantian, mengurangi beban bagi pengusaha.
Strategi ini merespons penurunan angka kesuburan yang signifikan. Total Fertility Rate (TFR) Singapura turun dari 1,41 pada 2001 menjadi 0,87 pada 2025. Pada 2025, tercatat 29.864 kelahiran, penurunan 11,4% dari tahun sebelumnya, sementara selisih kelahiran dan kematian hanya 3.365 jiwa, terendah dalam sejarah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 13.20
Singapura Berikan Dana Hampir Rp1 Miliar untuk Setiap Bayi yang Lahir
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 10.54
Enaknya Jadi Warga Singapura, Setiap Anak Diberi Hampir Rp1 Miliar hingga Umur 17 Tahun
Berita terkait
Alasan di Balik Langkah Besar Singapura Manjakan Warganya yang Berkeluarga
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.00
Cara Singapura Putar Otak Biar Orang Nggak Takut Kawin
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.30
Timnas siap tempur dalam Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 00.31
Daratan akan Makin Luas, 3 Pulau Singapura Direklamasi Besar-Besaran
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.15