Subsidi BBM-Listrik Bengkak Jadi Rp 331 T, Naik 52%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembayaran subsidi dan kompensasi energi hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp 331,4 triliun, melonjak 52,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 218 triliun. Angka ini mencakup subsidi Rp 177,1 triliun dan kompensasi Rp 154,4 triliun, atau setara 74,2% dari target APBN 2026. Pemerintah melakukan pembayaran bulanan kepada PLN dan Pertamina guna memastikan ketersediaan produk subsidi bagi masyarakat.
Kenaikan anggaran ini dipicu oleh peningkatan konsumsi produk subsidi. Volume BBM tumbuh 8,8% (11.578 ribu kilo liter), LPG 3 kg naik 2,6% (5,04 juta kg), dan pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,1% menjadi 43,3 juta pelanggan. Selain itu, volume pupuk naik 23% dan jumlah debitur KUR tumbuh 5,9%, yang mengindikasikan aktivitas ekonomi terus berjalan.
Bagikan
Berita terkait
Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.30
Pemerintah Didesak Tinjau Subsidi BBM
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.43
Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik Hingga Akhir 2026
JawaPos · 12 September 2026 pukul 21.50
Belum Pungut Cukai MBDK, Purbaya: Kalau Ekonomi Morat-Marit, Ngapain?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.05