Pemerintah Didesak Tinjau Subsidi BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institut for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah segera memulihkan pasokan BBM di wilayah terdampak dalam 7-10 hari ke depan. Kelangkaan BBM meluas di Sulawesi Selatan, Jawa, dan Sumatra, mengindikasikan kelalaian dalam perencanaan cadangan, distribusi, dan respons krisis energi. CEO IESR Fabby Tumiwa menyatakan krisis pasokan energi merupakan manifestasi buruknya tata kelola energi nasional. Data BPH Migas menunjukkan konsumsi harian Pertalite mencapai 84.368 kiloliter pada Agustus, 11,3% di atas sebelum kenaikan harga Pertamax. Penyaluran solar meningkat 15,1% menjadi 58.271 kiloliter per hari. IESR juga menilai subsidi BBM tidak tepat sasaran dan tidak adaptif terhadap perubahan harga serta pola konsumsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 12 September 2026 pukul 21.50
Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik Hingga Akhir 2026
Berita terkait
Ledakan Biaya Energi, Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 08.43
Negara Kaya Minyak Krisis Energi: Listrik dan BBM Tak Ada-Warga Demo
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 21.40
Kuota Solar Subsidi 19 Juta Kiloliter, LPG 8 Juta Metrik Ton
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.17
Kurangi Beban Warga, PM Malaysia Naikkan Kuota BBM Subsidi Jadi 300 Liter/Bulan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 13.30