Suku Bunga BI Dekati Puncak, Obligasi Jadi Pilihan Investasi Menarik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Suku bunga BI yang mendekati puncak membuat obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan reksadana pendapatan tetap menjadi instrumen investasi yang menarik saat ini. Lanjar Nafi, Head of Business Development & Market Research CIMB Niaga, menilai instrumen pendapatan tetap memiliki tingkat risiko menengah dengan imbal hasil yang dipengaruhi pergerakan suku bunga. Ia menempatkan deposito dan reksadana pasar uang dalam posisi underweight karena imbal hasilnya stabil namun terbatas.
Menurut Lanjar, ketika suku bunga berada pada level tinggi, imbal hasil obligasi cenderung meningkat. Namun, dengan BI Rate yang sudah mulai mendekati puncak dan berpotensi melambat kenaikannya, imbal hasil obligasi dianggap telah berada di level tertinggi. Ini menjadi peluang bagi investor untuk masuk sebelum suku bunga mulai turun.
Jika suku bunga mulai menurun di masa mendatang, harga obligasi diproyeksikan akan naik. Investor yang membeli saat ini masih dapat memperoleh harga yang relatif murah sebelum kenaikan harga tersebut terjadi. Kondisi ini membuat obligasi menjadi pilihan strategis bagi mereka yang ingin memanfaatkan siklus suku bunga yang sedang berada di puncaknya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Berita terkait
Tips MotionTrade: Memahami Pergerakan BI Rate untuk Strategi Investasi Reksa Dana
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 18.59
IHSG Berpeluang Tembus 6.600 Pekan Depan, Level 6.500 Jadi Kunci
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 23.08
Harga Bitcoin Terbang 22% Dalam Sepekan
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 21.30
Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini, Hasil Keputusan BI Rate Jadi Sorotan Pasar
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 08.17