Sulit Diawasi, Bea Cukai Akui Masih 'Kucing-kucingan' dengan Barang Ilegal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengakui pengawasan terhadap masuknya barang ilegal di seluruh wilayah Indonesia belum optimal. Ia menyatakan masih banyak pintu masuk barang ilegal yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama di wilayah perairan Selat Malaka dan perbatasan Kalimantan. Keterbatasan sarana, prasarana, dan jumlah personel yang tersedia menjadi faktor utama mengapa petugas tidak selalu dapat melakukan pengawasan secara maksimal.
Djaka juga menegaskan bahwa permintaan masyarakat terhadap barang-barang ilegal menjadi tantangan tersendiri. Selama permintaan tersebut masih ada, praktik pemasukan barang ilegal diperkirakan akan terus berpotensi terjadi. Ia menggunakan istilah 'kucing-kucingan' untuk menggambarkan dinamika pasar yang sulit untuk dikendalikan.
Bea Cukai berkomitmen terus meningkatkan pengawasan dengan menggunakan segala sarana dan prasarana yang tersedia. Namun, luasnya wilayah Indonesia dan banyaknya jalur masuk yang harus dikelola membuat pengawasan menjadi tantangan yang perlu terus diperkuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.50
Geramnya Bos Bea Cukai-Tunjuk Langsung "Surga" Balpres Ilegal Masuk RI
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.25
Gelar Rapat Terbatas, Prabowo Beri Tugas Khusus Dirjen Bea Cukai Djaka
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 17.57
Dirjen Bea Cukai Ungkap Arahan Prabowo usai Menghadap Istana
Detik.com · 22 September 2026 pukul 17.54
Tugas Khusus dari Prabowo ke Dirjen Bea Cukai: Perketat Perbatasan!
Berita terkait
Prabowo Perintahkan Perbatasan Diperketat, 100+ Kapal Bea Cukai Dikerahkan di Selat Malaka
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 18.37
Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Perketat Penjagaan Wilayah Perbatasan-Pesisir
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.48
Dipanggil Prabowo, Dirjen Bea Cukai Perketat Pengawasan Perbatasan dan Pesisir
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.45
Suahasil Mau Bersih-Bersih di Bea Cukai, Integritas Pegawai Jadi Harga Mati
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 16.45