Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Sungai Mahakam Kering Jadi Perhatian Khusus Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) membuka suara terkait keringnya Sungai Mahakam di Kalimantan Timur yang berpotensi mengganggu arus logistik. Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, menyatakan kondisi sungai ini menjadi perhatian khusus. Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, beberapa titik di bagian hulu dan tengah Sungai Mahakam menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) yang sangat rendah. Pos Duga Air Long Iram tercatat TMA-nya 0 meter, Ujoh Bilang 0,07 meter, Pela 0,06 meter, Kota Bangun 0,12 meter, dan Muara Kaman 1,48 meter, semuanya berada di bawah rentang normal dan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan TMA berpotensi menyebabkan kedalaman alur sungai semakin dangkal, sehingga memengaruhi kelancaran transportasi sungai. Sungai Mahakam masih berfungsi strategis sebagai jalur transportasi dan distribusi logistik, terutama untuk wilayah Mahakam Ulu. Diana menegaskan bahwa angkutan komoditas energi seperti BBM dan batu bara dapat terpengaruh, namun pemerintah belum dapat menyimpulkan dampak penuh hanya dari data TMA. Koordinasi dengan instansi terkait diperlukan untuk menilai pengaruh terhadap kapasitas angkutan dan volume distribusi.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung membenarkan bahwa tongkang-tongkang kapal tidak bisa melewati sungai yang mengering, namun menegaskan pemerintah tidak membatasi produksi batu bara. Kementerian ESDM juga mengidentifikasi kelangkaan BBM di Kalimantan akibat sungai yang surut. Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa masalah ini telah dimitigasi dengan memperbanyak penggunaan truk pengiriman BBM melalui jalur darat, meskipun volume angkut truk tidak sebesar angkutan sungai.

Berita terkait