Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Sungai Surut, Tongkang Batu Bara di Kaltim Tak Bisa Jalan

Aktivitas angkutan batu bara di Kalimantan Timur terganggu akibat surutnya sejumlah sungai, sehingga tongkang kesulitan melintas dan pengiriman komoditas energi terhambat. Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan bahwa gangguan ini bukan disebabkan pembatasan produksi batu bara, melainkan menurunnya debit air sungai yang menjadi jalur utama pengangkutan. Karena air sungai yang surut, kapal tongkang tidak dapat beroperasi dengan normal.

Kondisi ini juga menghambat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah wilayah di Kalimantan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa banyak kapal yang selama ini mengandalkan jalur sungai kini mengalami kendala akibat turunnya debit air. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mengalihkan sebagian distribusi BBM melalui jalur darat dengan menambah armada truk, namun kapasitas angkutnya lebih kecil dibandingkan penggunaan jalur sungai.

Surutnya sungai juga mulai berdampak pada kebutuatan masyarakat, terutama di Sungai Mahakam. Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta warga menghemat penggunaan air bersih menyusul penurunan debit Sungai Mahakam selama kemarau panjang. Penyusutan debit air ini juga mempengaruhi operasional fasilitas pengambilan air bersih di Palaran, Pulau Atas, Bukuan, dan Bantuas, sekaligus meningkatnya kadar klorida yang berdampak pada kualitas air yang dapat didistribusikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait