Survei Poltracking Jadi Alarm Pemerintah, Bakom Akui Komunikasi Prabowo-Gibran Belum Maksimal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka turun ke 55,1 persen. Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah menilai hasil ini sebagai sinyal perlunya penguatan komunikasi pemerintah agar informasi mengenai kebijakan dan kinerja pemerintah lebih mudah diterima masyarakat. Kepala Bakom Muhammad Qodari menyatakan komunikasi pemerintah harus dilakukan secara lebih intensif, maksimal, dan proaktif melalui koordinasi antar kementerian dan lembaga.
Sebagai langkah konkret, Bakom berencana mengadakan konferensi pers mingguan yang diisi oleh kementerian dan lembaga secara bergiliran untuk memberikan pembaruan mengenai program strategis pemerintah. Forum ini juga akan melibatkan pemerintah daerah melalui Bakohumas agar jalur komunikasi lebih terintegrasi. Selain itu, Bakom akan meningkatkan kerja sama dengan Kemenkomdigi, Kemenko Polkam, dan Kemendagri untuk mempercepat respons terhadap isu yang muncul.
Qodari juga mengakui bahwa sejumlah program pemerintah masih mengalami persoalan teknokrasi, seperti halnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemerintah terus melakukan perbaikan, termasuk penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah dan pemberian sanksi kepada kepala SPPG. Masyarakat juga akan dilibatkan dalam memantau menu MBG yang diberikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 21.33
Survei Median: 56,2 Persen Publik Puas Kinerja Prabowo-Gibran
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.02
Qodari Jawab Sentilan soal Kinerja Bakom: Terima Kasih Pak Sugiat
Berita terkait
Soal Prabowo Dianggap Tak Kerja, Gerindra: Bakom Kalah Lawan Kelompok di Luar Sana
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 06.12
Hashim Blak-blakan Program Prabowo-Gibran Bagus, Tapi Ini Kelemahannya
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.31
Ada Indikasi Upaya Pecah Belah di Balik Aksi Rusuh Agustus 2026
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 21.58
Konsumen Terjepit Kenaikan Harga Daging Ayam hingga Sapi, Pedagang Pasar Ungkap Pemicunya
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 21.08