Tak Hanya Kuala Lumpur, Sarawak dan Sabah Juga Incar Peningkatan Potensi MICE
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia, khususnya melalui Sabah Convention Bureau dan Business Events Sarawak (BESarawak), berupaya memperluas potensi sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di luai Kuala Lumpur. CEO Sabah Convention Bureau, Noredah Othman, menyatakan tujuannya agar acara MICE tetap berlangsung di Malaysia, meskipun lokasinya beralih ke kota seperti Kuching atau Kota Kinabalu. Hal ini dilatarbelakangi oleh kekuatan infrastruktur udara Sabah, yang menerima sekitar 128 penerbangan internasional langsung per minggu dari 11 maskapai, serta posisinya yang strategis di jantung Asia Tenggara.
Di sisi lain, Jason Tan Chin Foo dari BESarawak menyampaikan bahwa meskipun konektivitas internasional Sarawak masih terbatas, hal ini tidak menjadi penghalang pengembangan sektor MICE. Sebaliknya, strategi yang diterapkan adalah fokus pada association meeting, konferensi, dan pameran yang relatif kurang sensitif terhadap konektivitas. Sarawak juga mendorong pelaku hotel untuk mempromosikan destinasi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
George Varughese, Market VP Malaysia Marriott International, menekankan pentingnya menciptakan pengalaman unik dan keberlanjutan dalam pengembangan sektor MICE. Menurutnya, generasi muda, khususnya Gen Z, sangat memperhatikan upaya keberlanjutan yang dilakukan oleh suatu destinasi. Oleh karena itu, penciptaan pengalaman yang berbeda dan ramah lingkungan menjadi kunci untuk menarik minat peserta acara MICE.
Bagikan
Berita terkait
Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 08.34
Heli Medis 'Flying Doctor' Jatuh di Sarawak, 5 Orang Tewas
Detik.com · 9 September 2026 pukul 12.23
Abu Erupsi Anak Krakatau Merembet, Ekonomi RI Ikut Terpapar?
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 07.55
Menpar Dorong Lulusan Poltekpar NHI Bandung Jadi Generasi Pariwisata Kritis dan Berintegritas
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.19