Tekanan IHSG Berlanjut! Sesi 1 Ditutup Turun 1,49%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,49% atau 98,43 poin ke level 6.490,91 pada sesi perdagangan Jumat (11/9/2026). Tekanan terjadi secara luas dengan 545 saham melemah, 141 saham menguat, dan 277 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp8,46 triliun dengan volume 18,90 miliar saham. Seluruh sektor berada di zona merah, dengan sektor energi mengalami koreksi terdalam sebesar 2,79%, diikuti barang konsumer non-primer 1,67%, utilitas 1,61%, perindustrian 1,56%, dan keuangan 1,52%. Saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama IHSG. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memberikan kontribusi negatif terbesar sebesar 14,30 poin, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 14,08 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 7,76 poin, dan PT Bank Mandiri (BMRI) 4,34 poin. Hanya sejumlah kecil saham yang memberikan kontribusi positif, dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebagai penopang terbesar sebesar 1,79 poin. Tekanan IHSG melanjutkan pelemahan sebelumnya yang terjadi Kamis (10/9/2026) dengan penurunan 1,33%. Sentimen global masih menjadi perhatian pasar, terutama eskalasi konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak. Di sisi lain, utang pemerintah AS telah melebihi US$40 triliun, mencatatkan rekor baru. Departemen Keuangan AS menyiapkan buyback surat utang hingga US$6 miliar, namun kebijakan ini justru mendapat respons negatif dari pasar dengan yield Treasury 10 tahun naik ke 4,84%.
Bagikan
Berita terkait
Peringatan dari Pakar, Bukan Tak Mungkin Ada Upaya Hancurkan Prabowo Lewat Kasus Keracunan MBG
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 14.15
50 Juta Warga Bakal Serbu Portal Bansos, Komdigi Siapkan Tes Besar-besaran
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 14.14
Bahlil Ungkap Kilang Tangguh di Papua Nyaris Terbakar, Ada Apa?
Detik.com · 11 September 2026 pukul 14.13
Harga Emas Hari Ini Tergelincir Setelah Rilis Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 14.12