Teknologi Subsurface Pangkas Biaya Proyek Strategis Indonesia hingga Jutaan Dolar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemanfaatan teknologi pemodelan bawah permukaan (subsurface) semakin penting untuk mendukung proyek strategis di Indonesia, termasuk sektor pertambangan, energi, panas bumi, dan infrastruktur. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, tetapi juga mampu memangkas biaya, mengurangi risiko, dan mempercepat penyelesaian proyek. Direktur Business Development Asia Pasifik Seequent, Scott Moore, menekankan bahwa pengelolaan data geologi yang akurat menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pembangunan infrastruktur nasional.
Beberapa proyek di Indonesia telah mendapatkan manfaat nyata dari penerapan teknologi subsurface. Pada proyek nikel PT Stargate di Sulawesi, penggunaan perangkat lunak Seequent berhasil mengurangi kebutuhan pengeboran hingga 80%, menghemat biaya sekitar US$8 juta, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga 50%. Di proyek Lumut Balai Unit 3 milik PT Pertamina Geothermal Energy, penerapan alur kerja Leapfrog menurunkan risiko pengeboran dari 48% menjadi 15% dan menghemat biaya sebesar US$1,5 juta. Sementara itu, pada proyek Jalan Trans-Papua yang dikerjakan PT Hutama Karya, optimalisasi desain melalui teknologi Bentley dan Seequent memberikan penghematan hingga US$1 juta dan mempercepat penyelesaian proyek sekitar dua bulan.
Teknologi subsurface juga mendukung target keberlanjutan. Pada proyek Lumut Balai Unit 3, teknologi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 300.000 ton per tahun dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setara 2.600 barel minyak per hari. Sementara itu, optimalisasi desain pada proyek Jalan Trans-Papua berhasil mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 49.672 kilogram. Seequent juga mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam alur kerja geosains untuk mengotomatisasi pekerjaan berulang dan mempercepat analisis. Upaya ini didukung dengan pelatihan dan kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Bagikan
Berita terkait
ITB Ultra Marathon 2026 Siap Digelar, Bawa Misi Besar untuk Masyarakat
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.00
Astra Agro Terapkan Teknologi dan Inovasi dalam Pengelolaan Sawit Berkelanjutan
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 08.13
Batang Perkuat Peran sebagai Pusat Pertumbuhan Industri Baru
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.26
Tanggal Keramat Buat Pengguna iPhone, Telat Bisa Rugi Banyak
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.15