Tembakau Buka Peluang Ekonomi Petani Wonogiri saat Musim Kemarau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani di Wonogiri, Jawa Tengah, memanfaatkan musim kemarau dengan menanam tembakau karena karakteristik tanamannya yang tidak membutuhkan banyak air. Komoditas ini menjadi solusi ekonomi agar lahan tetap produktif saat pasokan air terbatas, sehingga petani tidak perlu menganggur menunggu musim hujan.
Produktivitas petani didukung melalui kemitraan dengan PT HM Sampoerna Tbk yang telah mendampingi lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih. Program ini menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan Agricultural Labor Practices (ALP) untuk meningkatkan kualitas hasil panen, modernisasi alat pertanian, serta menjamin praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab.
Kemitraan ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani, seperti peningkatan pendapatan untuk modal tanam berikutnya, perbaikan hunian, hingga pengadaan kendaraan usaha. Hal ini mendorong masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha tani di kampung halaman daripada merantau ke kota besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 15.58
Tembakau dan Harapan Baru di Musim Kemarau bagi Petani Wonogiri
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.30
Tembakau dan Harapan Baru di Musim Kemarau Bagi Petani Wonogiri
Berita terkait
Puncak Panen 2026, Harga Tembakau Jawa Lamongan Capai Rp52 Ribu
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 14.09
Mentan Amran siapkan 2 juta hektare untuk pengembangan bioetanol
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 22.41
Wamendagri Ribka Dorong Pemda NTT Perkuat Inovasi, Optimalkan Potensi Daerah
kumparan · 21 September 2026 pukul 22.29
Antisipasi Gagal Panen di Merauke, Tim Ekspedisi Patriot IPB Pasang Stasiun Pemantau Cuaca Digital
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 22.10