Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Tembakau dan Harapan Ekonomi Petani Wonogiri di Tengah Musim Kemarau

PT HM Sampoerna Tbk memberdayakan lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih melalui kemitraan dengan perusahaan pemasok. Program ini menerapkan standar Good Agricultural Practices (GAP) dan Agricultural Labor Practices (ALP) untuk meningkatkan produktivitas, kualitas panen, serta menjamin praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab melalui pendampingan teknis dari pembibitan hingga pascapanen. Di Wonogiri, budidaya tembakau menjadi solusi ekonomi saat musim kemarau karena karakteristik tanaman yang minim kebutuhan air. Petani seperti Katino dan Purwanto melaporkan peningkatan pendapatan signifikan yang memungkinkan mereka memperluas lahan, memperbaiki hunian, hingga membeli kendaraan produktif. Kemitraan ini mendorong masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha di kampung halaman daripada merantau. Berbeda dari laporan CNN Indonesia yang menyebut 'modernisasi alat pertanian', media lain tidak menyebut perubahan ini. Semua media sepakat tentang angka lebih dari 22.500 petani, peningkatan pendapatan signifikan, serta dampak pada aset, hunian, dan penghindaran urbanisasi.

Menurut tiap media