Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Terbongkar Masalah di Balik Keracunan MBG di Sidoarjo

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas operasional SPPG Kalitengah di Sidoarjo, setelah dugaan keracunan makanan menyebabkan lebih dari 500 santri dan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan. Zulhas menyampaikan bahwa paket makanan seharusya dikonsumsi sebelum pukul 10.00, namun justru tiba pukul 11.00, menandakan kelalaian dalam pengelolaan waktu dan proses. Ia menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi keselamatan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan sanksi yang akan diterapkan mencakup pemecatan hingga proses hukum bagi yang terbukti sengaja melakukan pelanggaran. Zulhas telah menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta penjelasan dan memastikan penanganan korban menjadi prioritas. Berdasarkan laporan sementara, terdapat indikasi ketidakpatuhan terhadap standar disiplin dalam penyelenggaraan dan penyajian MBG. Pemeriksaan masih berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab. Zulhas juga menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran hukum, kasus akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum agar terjadi efek jera. Pemerintah menggunakan insiden ini sebagai evaluasi serius untuk memperketat pengawasan dan disiplin operasional seluruh SPPG di Indonesia. Dalam evaluasi terhadap 27.485 SPPG, pemerintah menemukan 3.515 SPPG di 324 kabupaten/kota belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sebanyak 249 Kepala SPPG telah diberhentikan karena berbagai pelanggaran, termasuk terkait insiden keamanan pangan dan pelanggaran disiplin lainnya. Kepala SPPG juga diwajibkan hadir mulai pukul 02.00 hingga pukul 08.00-09.00 untuk memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi berjalan sesuai standar.

Berita terkait