Terkuak, Ini Alasan Investor Kompak Buang Saham Teknologi Asia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham-saham teknologi Asia mengalami aksi jual besar-besaran pada 29 Juli 2026, dipimpin oleh pelemahan saham produsen semikonduktor. Di Korea Selatan, SK Hynix turun lebih dari 15% meski membukukan laba kuartalan rekor, karena hasilnya di bawah ekspektasi analis. Samsung Electronics juga ambruk lebih dari 8%, sementara indeks Kospi memicu mekanisme circuit breaker dua hari berturut-turut dengan total penurunan lebih dari 18%. Pelemahan menjalar ke Wall Street, di mana Intel turun hampir 6%, AMD anjlok 8%, dan Micron serta Seagate melemah lebih dari 8%.
Beberapa faktor mendorong aksi jual ini. Pertama, debut produsen chip memori China CXMT yang melonjak tajam di bursa domestik, dengan kabar bahwa produknya dilirik Apple sebagai potensi pesaing SK Hynix dan Samsung. Kedua, laporan bahwa China mulai memproduksi mesin pembuat chip generasi ultra-canggih, mengancam dominasi Barat. Ketiga, Nvidia berpotensi memberikan jaminan pendanaan sekitar US$250 miliar untuk proyek pusat data OpenAI, memicu kekhawatiran ketergantungan berlebih. Keempat, investor menanti laporan keuangan raksasa teknologi AS pekan ini yang menjadi ujian keberlanjutan narasi belanja modal AI.
Sejumlah analis menilai koreksi ini sebagai proses normalisasi setelah euforia berlebih di pasar AI, sekaligus berpotensi menjadi peluang mengoleksi saham berkualitas dengan valuasi lebih menarik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.45
Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut Hingga 2028
Berita terkait
Raksasa Chip Tumbang Padahal Cuan Gede, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.15
Peruri Digital Summit 2026 Bahas Teknologi Masa Depan dan Keamanan Digital
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 15.51
Ada Peringatan Bahaya AI, Rencana IPO Anthropic Mundur
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.05
Jensen Huang Ungkap Alasan Nvidia Bakal Tumbuh 70 Persen Tahun Depan
kumparan · 11 September 2026 pukul 17.00