Terkuak, Segini Modal Bangun Pabrik Mini Sawit Berkapasitas 10 Ton TBS per Jam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
Pembangunan pabrik mini crude palm oil (CPO) dengan kapasitas 10 ton tandan buah segar (TBS) per jam membutuhkan investasi Rp 30-40 miliar. Menurut Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin, petani sawit siap terlibat dalam hilirisasi, namun keterbatasan akses pembiayaan menjadi kendala utama. Pabrik mini dapat dikelola oleh koperasi yang beranggotakan 1.000-2.000 petani dengan total lahan 5.000-6.000 hektare. Sekitar 80% petani sawit rakyat merupakan petani swadaya, sementara 20% adalah petani plasma yang memiliki kemitraan dengan perusahaan. Pemerintah mendorong pembentukan koperasi untuk mengembangkan usaha dari pengelolaan TBS hingga pengolahan CPO. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan luas perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16 juta hektare, dengan 52% dikuasai korporasi besar, 43% oleh perkebunan rakyat, dan sisanya oleh BUMN. Pemerintah siap mendampingi dan memberikan pembiayaan bagi koperasi yang mengembangkan pabrik dengan kapasitas 10-45 ton TBS per jam. Contoh nyata adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang telah memiliki pabrik CPO berkapasitas 45 ton TBS per jam.
Bagikan
Berita terkait
LPDB Siap Biayai Koperasi Sawit Bangun Pabrik Pengolahan
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.50
Mendorong Produk UMKM Sawit Tembus Pasar Ekspor
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.55
Hilirisasi Sawit Buka Jalan UMKM RI Naik Kelas ke Pasar Global
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 09.31
Menilik Urgensi Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 14.51