Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Transformasi di Bawah Danantara, Laba Pupuk Indonesia Melejit 253%

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan laba bersih Rp 8,51 triliun pada semester I 2026, naik 253% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan transformasi bisnis dan tata kelola perusahaan di bawah agenda Danantara Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% sekaligus meningkatkan volume ketersediaan, sekaligus menghilangkan 145 aturan penyaluran pupek yang dinilai tidak produktif. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 59,67 triliun dengan pertumbuhan EBITDA 140% menjadi Rp 14,28 triliun, didukung oleh operational excellence dan cost leadership yang disiplin.

Transformasi bisnis model dari cost plus ke market to market menjadi kunci utama efisiensi. Dengan pendekatan ini, harga pasar menjadi acuan, sementara subsidi dihitung secara terpisah agar tidak membebani anggaran negara. Kebijakan ini juga mendorong peningkatan penebusan pupuk bersubsidi hingga 6,33 juta ton pada September 2026, naik 27,47% dari tahun sebelumnya. Direktur Utama Rahmad Pribadi menekankan bahwa fondasi keuangan yang kuat memungkinkan percepatan investasi modernisasi fasilitas untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

Pemerintah juga tengah memodernisasi delapan pabrik pupuk di bawah naungan holding untuk memastikan efisiensi berkelanjutan. Hasil transformasi terlihat nyata dengan keberhasilan ekspor pertama pupuk ke Australia, menandakan pengakuan internasional atas kualitas produk. Kepala BP BumN Dony Oskaria menyatakan optimisme bahwa transformasi ini akan terus diperkuat agar perusahaan siap menghadapi dinamika pasar dan kebijakan ke depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait