Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Kembali Berseteru dengan Pers, Reporter Perempuan Jadi Sasaran!

Presiden AS Donald Trump kembali terlibat ketegangan dengan pers pada Sabtu (26/9/2026) di depan Gedung Putih. Trump meminta reporter perempuan MS NOW, Akayla Gardner, untuk "diam" ketika ditanya soal kebijakan akses media. Pertanyaan Gardner muncul setelah Gedung Putih melarang CNN, MS NOW, dan Politico dari akses wartawan. Pada Kamis, hakim federal memblokir larangan tersebut, namun CNN tetap tidak ditugaskan dalam penerbangan Trump ke Tennessee. Trump membantah hanya ingin media pendukung dan menuduh sejumlah media menyebarkan "berita palsu". Ia juga mengkritik CNN dan MS NOW soal audiens rendahnya. Trump menegaskan dukungannya pada pers yang "terbuka dan bebas", namun menolak pertanyaan yang sulit. Kasus ini menambah daftar kritik Trump terhadap jurnalis perempuan, termasuk sebelumnya terhadap Kaitlan Collins dari CNN.

Dalam kesempatan yang sama, Trump menanggapi kritik mantan Presiden Barack Obama soal kepemimpinan perempuan. Obama berpendapat pemerintahan yang dipimpin perempuan berpotensi memberikan hasil yang lebih baik. Trump menilai pernyataan itu "konyol", sekaligus menegaskan "saya mencintai perempuan". Ia juga membahas isu lain seperti pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang tidak akan AS perlambat, serta mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membuat kesepakatan demi mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Trump juga mengklaim AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz.

Berita terkait