Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Iran! Selat Hormuz Makin Memanas, Teheran Masih Gigit Jari?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran telah menyampaikan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz kepada Amerika Serikat melalui Qatar, di tengah perundingan yang berlangsung di sela Sidang Umum PBB di New York. Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, namun dengan syarat bahwa AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran, mencabut sanksi minyak, melepaskan aset sebesar 12 miliar dolar AS, dan menghentikan permusuhan termasuk di Lebanon. Araghchi menyampaikan bahwa keputusan akhir berada di tangan pemerintah AS, dan jika persyaratan tersebut dipenuhi, negosiasi lanjutan dapat dimulai pada hari ketujuh.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak proposal Iran. Trump menyatakan bahwa AS telah memenangkan pertarungan dan menilai bahwa Iran hanya ingin membuka Selat Hormuz karena berada dalam posisi kalah. "Saya menolak kesepakatan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka Selat Hormuz karena mereka kalah telak," katanya.

Meskipun menolak proposal tersebut, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan membuat keputusan hanya berdasarkan pernyataan Trump. Teheran masih menunggu jawaban resmi dari AS melalui jalur mediator. Iran juga menyatakan komitmennya terhadap jalur diplomasi, namun membutuhkan jaminan agar tidak akan diserang lagi sebelum perundingan lanjutan dimulai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait