Trump Kirim Kesepakatan Nuklir ke Kongres, Saudi Wajib Damai dengan Israel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan rancangan kesepakatan energi nuklir sipil dengan Arab Saudi kepada Kongres AS. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel melalui Kesepakatan Abraham. Rancangan perjanjian ini disepakati pada Juli 2026 dan dikirim ke Kongres pada Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut seorang pejabat pemerintahan AS, kesepakatan hanya akan berlaku jika Arab Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham, yang telah berhasil mensejahinkan hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan sejak 2020-2021. Kesepakatan ini akan memungkinkan ekspor teknologi nuklir sipil AS ke Arab Saudi, termasuk rencana pembangunan reaktor AP1000 senilai puluhan miliar dolar.
Rancangan perjanjian ini kini dalam proses peninjauan Kongres AS. Jika tidak ada keberatan dalam 90 hari sidang, kesepakatan dapat berlaku. Namun, beberapa anggota Demokrat dan kelompok nonproliferasi mengkritik kesepakatan karena tidak melarang eksplisit Arab Saudi untuk memperkaya uranium atau memproses ulang limbah nuklir, yang dianggap berpotensi menjadi jalur pengembangan senjata nuklir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.27
Soal Deal Nuklir, Trump Ngotot Arab Saudi Harus Baikan dengan Israel
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 04.41
AS Ingatkan Hamas Agar Tak Terbangkan Layangan, Israel Ancam Kembali Serang Gaza
Berita terkait
Bahas Cegah Nuklir Iran dengan Trump, Netanyahu: Percakapan Terbaik Kami
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 05.31
Kalahkan Pendukung Israel, Aisha Wahab Jadi Warga AS Keturunan Afghanistan Pertama di Kongres
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 11.26
Trump Ungkap Rencana Temui Kim Jong-un Tahun Ini: Jalin Hubungan-Bahas Nuklir
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 01.01
Foto: Utusan Trump Gagal Hentikan Perang, Serangan Israel ke Gaza Terus Berjalan
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 18.11