Soal Deal Nuklir, Trump Ngotot Arab Saudi Harus Baikan dengan Israel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan rancangan perjanjian energi nuklir sipil ke Arab Saudi kepada Kongres AS pada Agustus 2026. Perjanjian tersebut akan memungkinkan perusahaan AS mengekspor teknologi reaktor AP1000 senilai puluhan miliar dolar ke Saudi, sekaligus membuka proyek pembangunan reaktor AP1000 yang menguntungkan Westinghouse, Cameco, dan Brookfield Asset Management. Namun, Trump menjadikan normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel sebagai syarat utama agar perjanjian tersebut berlaku. Kesepakatan ini merujuk pada Kesepakatan Abraham yang ditandatangani Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan pada 2020-2021. Jika Kongres tidak mengkritik dalam 90 hari, perjanjian akan berlaku otomatis. Beberapa anggota Partai Demokrat mengkritik karena tidak melarang Saudi memperkaya uranium atau memproses ulang limbah nuklir, meskipun pemerintahan Trump menyatakan kesepakatan sudah mencakup langkah-langkah nonproliferasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.15
Trump Kirim Kesepakatan Nuklir ke Kongres, Saudi Wajib Damai dengan Israel
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 04.41
AS Ingatkan Hamas Agar Tak Terbangkan Layangan, Israel Ancam Kembali Serang Gaza
Berita terkait
Foto: Utusan Trump Gagal Hentikan Perang, Serangan Israel ke Gaza Terus Berjalan
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 18.11
Trump Kritik Serangan Israel di Jalur Gaza
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.09
Israel Bocorkan Ancaman Pembunuhan Trump, CIA: Ah yang Bener?
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Trump Ganti Pesawat karena Ancaman Iran, Pejabat Turki Sebut Rekayasa Israel
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.35