Trump Mau Setop Ekspor Solar, Harga BBM Terancam Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569338/original/021384800_1777438673-4.jpg)
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan pembatasan atau penghentian ekspor solar untuk menekan kenaikan harga BBM menjelang pemilu paruh waktu November. Kebijakan ini dipicu oleh lonjakan harga solar yang mencapai US$ 6,52 per galon dan bensin US$ 4,47 per galon. Namun, Menteri Energi Chris Wright menyatakan pemerintah lebih cenderung pada pembatasan daripada larangan total guna menghindari gangguan kompleksitas sektor pengolahan minyak.
Industri minyak, termasuk American Petroleum Institute (API), memperingatkan bahwa langkah ini justru berisiko memperburuk krisis bahan bakar global dan menaikkan harga bensin hingga 30 sen per galon. Para ahli menilai larangan ekspor hanya memberikan penurunan harga sementara di wilayah tertentu, namun berpotensi memicu pembalasan dagang dari Eropa yang dapat mengganggu pasokan bensin di wilayah Timur Laut AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.00
Trump Dukung Usulan Stop Ekspor Diesel AS untuk Tekan Harga BBM
Berita terkait
Donald Trump Dihantam Isu Inflasi, Tingkat Kepuasan Publik AS Anjlok Jelang Pemilu Sela
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.06
Ini Pandangan Bos-Bos Perusahaan Besar Soal Ancaman AI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.20
Suku Bunga AS Naik Perdana dalam 3 Tahun, Perang Gedung Putih vs The Fed Bakal Memanas?
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 08.17
Manusia Rp3.000 Triliun Ditelepon Trump di Tengah Acara, Bahas Apa?
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.30