Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Pangkas Tarif Impor Daging Sapi Picu Kekhawatiran Peternak AS

Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk memperluaskan impor daging sapi ke Amerika Serikat sebanyak 300.000 ton selama 90 hari dengan tarif yang lebih rendah, bertujuan menurunkan harga daging di tengah inflasi yang tinggi. Langkah ini akan dilaksanakan melalui perintah eksekutif yang akan ditandatangani dalam dua minggu ke depan. Trump juga berkomitmen agar daging impor dijual dengan harga 25 persen di bawah harga pasar. Namun, rencana ini mendapat kritik dari sejumlah organisasi peternak, termasuk National Cattlemen’s Beef Association dan United States Cattlemen’s Association, yang khawatir langkah tersebut akan merusak pasar domestik dan menghambat pemulihan populasi ternak. Mereka menilai bahwa intervensi pemerintah tidak tepat untuk memulihkan industri peternakan yang sedang kesulitan akibat kekeringan dan biaya pakan yang meningkat.

Para ekonom dan pedagang meragukan dampak signifikan dari kebijakan ini, karena volume impor yang ditambahkan hanya merepresentasikan sebagian kecil dari konsumsi daging sapi AS. Beberapa negara belum mencapai kuota impor maksimalnya, sehingga dampaknya terbatas. Kontrak berjangka daging sapi di Chicago Mercantile Exchange mengalami penurunan hingga level terendah dalam delapan bulan setelah pengumuman ini. Sementara itu, harga daging sapi tetap tinggi dan persediaannya berada di level terendah dalam 75 tahun terakhir, dipengaruhi oleh penurunan populasi ternak akibat kondisi iklim yang tidak mendukung.

Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan politik menjelang pemilu paruh waktu AS pada November, ketika Partai Republik berusaha mengatasi kekecewaan publik terkait kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Para produsen lokal menekankan bahwa pemulihan pasokan daging sapi membutuhkan waktu dan intervensi pasar, bukan hanya intervensi pemerintah yang singkat.

Berita terkait