UMKM Tergoda Pinjol dan Bank Titil, BPR Tawarkan Strategi yang Lebih Menarik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pelaku UMKM masih kesulitan mengakses permodalan dan cenderung memilih pinjaman online (pinjol) atau bank titil yang proses pencairannya mudah, meski dampak bunga yang tinggi sering tidak diperhitungkan. Menurut Angga Surya Wijaya, Ketua DPD Perbarindo Jawa Timur, perkembangan pembiayaan BPR kini bergerak ke skema channeling untuk memperluas jangkauan penyaluran kredit, termasuk bagi UMKM di luar wilayah operasional utama seperti di luar Jawa Timur. Namun, ia menekankan bahwa ekspansi pembiayaan harus selalu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik agar kredit tetap tepat sasaran dan dapat dibayar kembali. Contoh nyata, Wahyu Alvita Sari, pelaku usaha hijab di Surabaya, berhasil memperoleh pembiayaan Rp 50 juta yang digunakan untuk menambah stok dan mengembangkan usahanya, menunjukkan potensi positif pembiayaan yang tepat guna. Namun, banyak pelaku UMKM masih terdorong oleh kebutuhan modal cepat tanpa mempertimbangkan beban bunga yang ditawarkan oleh pinjol dan bank titil, yang justru bisa menjadi beban berat di kemudian hari.
Bagikan
Berita terkait
Koster Sentil Pinjol Konsumtif, Minta Membiayai UMKM dan Petani Bali
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 08.31
Menteri UMKM menambah kuota KUR Bank Sumut jadi Rp2 triliun
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 15.14
Pansus 18 DPRD Kota Bandung Dorong Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 09.00
Gandeng 1,2 Juta Merchant, DANA Dorong Akses Keuangan Inklusif Warga RI
Detik.com · 3 September 2026 pukul 21.32